Dibalik Gelap dan Kejahatan; Bagaimana Memahaminya?

15 November 2025

Dibalik Gelap dan Kejahatan; Bagaimana Memahaminya?4:30 pm - 6:30 pmKitab Yesaya pasal 45 menampilkan salah satu pernyataan teologis paling mendalam tentang kemahakuasaan Allah atas seluruh ciptaan dan sejarah manusia. Dalam konteks sejarahnya, teks ini berbicara kepada bangsa Israel yang sedang berada di pembuangan Babel. Melalui nabi Yesaya, TUHAN menegaskan bahwa hanya Dialah Allah yang sejati, dan tidak ada allah lain di luar Dia (Yes. 45:5–6). Dalam kerangka inilah muncul ayat 7, yang berbunyi: “Aku yang menjadikan terang dan menciptakan gelap, yang membuat damai dan menciptakan malapetaka; Akulah TUHAN yang melakukan semuanya ini.” Ayat ini menimbulkan perenungan teologis yang kompleks, terutama ketika TUHAN menyatakan diri-Nya sebagai pencipta “terang dan gelap”, “damai dan malapetaka”. Secara lahiriah, teks tersebut seolah menggambarkan bahwa Allah adalah penyebab dari segala sesuatu, termasuk kejahatan. Namun, pendekatan eksegetis terhadap teks Ibrani menunjukkan bahwa “kejahatan” yang dimaksud lebih tepat dimaknai sebagai “malapetaka”, “bencana”, atau “kemalangan”, bukan kejahatan moral yang bersumber dari dosa. Dengan demikian, Yesaya 45:7 bukan sedang menunjukkan sifat jahat Allah, melainkan menegaskan bahwa bahkan peristiwa yang tampak buruk bagi manusia tetap berada dalam kendali Tuhan. Kita akan mendalami tema ini dalam seminar bersama Pdt. Daniel K. Listijabudi, Ph.D pada Sabtu, 15 November 2025, pukul 16.30 WIB dan ditayangkan secara live streaming di kanal More details »

Live Youtube

Scroll to Top