Kalender Event

Lembaga Alkitab Indonesia

JADWAL EVENT

< Januari 2026 >
SeninSelasaRabuKamisJumatSabtuMinggu
      1 2 3Kehidupan Dari Sang Entah Menuju Sang EntahKehidupan Dari Sang Entah Menuju Sang EntahTime: 4:30 pm – 6:00 pm
Kehidupan Dari Sang Entah Menuju Sang Entah Dalam kenyataan, tidak dapat diingkari bahwa kita ini ada, sudah ada, bahkan seandainya kita tidak mempertanyakannya sekalipun. Meskipun demikian, mempertanyakan asal usul bukannya tidak penting, tetapi tidak lagi mendesak dan tidak lagi menjadi masalah utama. Sebaliknya yang menjadi pergumulan utama adalah kemana tujuan akhir perjalanan hidup manusia? Kita akan mendalami tema ini bersama Dr. Bambang Subandrijo pada Sabtu, 3 Januari 2026, pukul 16.30 WIB di kanal YouTube Lembaga Alkitab Indonesia.
Salam Alkitab untuk semua.
4
5 6 7 8Tahun Baru: Apa yang Harus dilihat? Tri Harmadji, Ph.D.Tahun Baru: Apa yang Harus dilihat? Tri Harmadji, Ph.D.Time: 2:00 pm – 3:00 pm
Dalam aktifitas sehari-hari, penanda waktu yang paling kita perhatikan adalah jam, hari, dan kemudian bulan. Baru setiap datangnya tahun baru, semua orang tiba-tiba fokus pada penanda waktu ini: tahun. Berbeda dengan jam, hari, dan bulan yang biasanya dilalui dengan biasa saja, setiap datang tahun baru selalu dirayakan dengan gegap gempita. Apasih istimewanya tahun baru itu sehingga harus dirayakan? Bagaimana kata Alkitab? Saksikan pembahasannya dalam Bincang Alkitab pada Kamis, 08 Januari 2026 pukul 14:00 WIB bersama Tri Harmadji, Ph.D. Salam Alkitab untuk Semua.
9 10Determinisme Ilahi dan Kebebasan Manusia Dalam Pengkhotbah 3Determinisme Ilahi dan Kebebasan Manusia Dalam Pengkhotbah 3Time: 4:30 pm – 6:30 pm
Determinisme Ilahi dan Kebebasan Manusia Dalam Pengkhotbah 3 Tema determinisme ilahi dan kebebasan manusia dalam Pengkhotbah 3 menyoroti ketegangan teologis antara kedaulatan Allah yang menetapkan seluruh realitas kehidupan dan tanggung jawab manusia. Determinisme ilahi dalam teks ini ditegaskan melalui pengakuan bahwa setiap peristiwa berada dalam waktu yang telah ditentukan Allah. Namun, Pengkhotbah tidak meniadakan peran manusia, melainkan menegaskan kebebasan terbatas manusia untuk merespons realitas tersebut. Ketegangan ini memunculkan pertanyaan mendasar mengenai relasi antara penetapan Ilahi dan tindakan manusia, khususnya apakah determinisme meniadakan makna tindakan manusia atau sebaliknya, apakah kebebasan manusia bersifat absolut? Kita akan mendalami tema ini dalam seminar bersama Pdt. Dr. Martin L. Sinaga pada Sabtu, 10 Januari 2026, pukul 16.30 WIB dan ditayangkan secara live streaming di kanal youtube Lembaga Alkitab Indonesia. Salam Alkitab untuk semua.
11
12 13 14 15 16 17Yunus vs Inklusivitas: Membaca Ulang Kisah Nabi YunusYunus vs Inklusivitas: Membaca Ulang Kisah Nabi YunusTime: 4:30 pm – 6:00 pm
Kisah Nabi Yunus menunjukkan ketegangan antara subjektivitas moral manusia dan universalitas rahmat Allah. Penolakan Yunus terhadap misi ke Niniwe dipahami bukan semata sebagai ketidaktaatan profetik, melainkan sebagai ekspresi kecenderungan manusiawi untuk membatasi rahmat Ilahi berdasarkan identitas, hirarki dosa, dan konstruksi sosial tertentu. Oleh karena itu, kisah Nabi Yunus merupakan sebuah kritik terhadap eksklusivisme religius dan klaim moral elitis yang merasa lebih layak atas keselamatan. Pertanyaannya, bagaimana seharusnya kita memahami kisah nabi Yunus, dan apa relevansinya untuk kehidupan iman kita dewasa ini? Kita akan mendalami tema ini dalam seminar bersama Pdt. Daniel K. Listijabudi, Ph.D pada Sabtu, 17 Januari 2026, pukul 16.30 WIB dan ditayangkan secara live streaming di kanal youtube Lembaga Alkitab Indonesia . Salam Alkitab untuk semua.
18
19 20 21 22Tamar Menolak Diam: Suara Korban Kekerasan SeksualTamar Menolak Diam: Suara Korban Kekerasan SeksualTime: 2:00 pm – 3:00 pm
kita akan memasuki sebuah topik yang tidak mudah, tetapi sangat penting: “Tamar Menolak Diam”—kisah kejahatan dan kekerasan seksual yang ternyata ada di dalam teks Alkitab. Kita akan menyentuh narasi yang sering dihindari atau dibaca sepintas, seperti kisah Tamar dalam 2 Samuel 13:1–22, relasi Daud dan Batsyeba dalam 2 Samuel 11:1–5, serta kisah Dina. Pertanyaannya, seberapa sering teks-teks ini benar-benar kita perbincangkan secara terbuka, jujur, dan bertanggung jawab? Atau justru kita memilih diam, karena topiknya terasa terlalu gelap, terlalu sensitif, atau dianggap tidak pantas dibahas di ruang iman? ingin disampaikan teks—dan mungkin juga, apa yang selama ini kita enggan dengar. Dalam pembahasan ini, kita akan membaca teks-teks tersebut dengan pendekatan naratif—memperhatikan tokoh-tokohnya, latar tempat dan waktu, serta dinamika relasi kuasa yang bekerja di dalamnya. Kita tidak hanya bertanya apa yang terjadi, tetapi juga mengapa dan siapa yang diuntungkan oleh keheningan. Apakah kisah-kisah ini sekadar persoalan politik yang dikemas dalam drama keluarga kerajaan, atau justru suara korban yang selama ini terpinggirkan dalam pembacaan kita? Mari kita masuk dengan sikap terbuka, empatik, dan berani, untuk mendengar apa yang sebenarnya ? Saksikan Pembahasannya dalam Bincang Alkitab pada hari Kamis 22 Januari pukul 14:00 WIB bersama Ibu Lady Mandalika hanya di Kanal Youtube Lembaga Alkitab Indonesia
23 24Seni Memimpin Ala Yohanes PembaptisSeni Memimpin Ala Yohanes PembaptisTime: 4:30 pm – 6:30 pm
Kepemimpinan kerap dipahami sebagai upaya memperbesar kekuasaan, pengaruh, dan visibilitas diri pemimpin. Namun, Yohanes Pembaptis menghadirkan paradigma kepemimpinan yang berlawanan misalnya melalui pernyataan, “Ia harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil” (Yoh. 3:30). Pernyataan ini mencerminkan kepemimpinan yang berakar pada kerendahan hati, pengosongan diri, dan kesetiaan pada panggilan ilahi. Kepemimpinan Yohanes tidak berorientasi pada legitimasi diri, melainkan pada kesadaran akan batas peran dan penyerahan misi kepada tujuan yang lebih luhur. Dengan demikian, kepemimpinan autentik dipahami bukan sebagai upaya menonjolkan figur pemimpin, tetapi sebagai proses memampukan orang lain bertumbuh dan mengarahkan perhatian kepada nilai yang melampaui kepentingan pribadi. Kita akan mendalami tema ini dalam seminar bersama Prof. Armand Barus pada Sabtu, 24 Januari 2026, pukul 16.30 WIB dan ditayangkan secara live streaming di kanal youtube Lembaga Alkitab Indonesia . Salam Alkitab untuk semua.
25
26 27 28 29 30 31Keselamatan: Anugerah atau Ketaatan? Perspektif Perjanjian LKeselamatan: Anugerah atau Ketaatan? Perspektif Perjanjian LTime: 4:30 pm – 6:30 pm
Dalam Perjanjian Lama, hubungan manusia dengan Allah digambarkan melalui hukum, perjanjian, dan ketaatan, namun di balik struktur hukum tersebut, anugerah dan rahmat Allah juga hadir sebagai fondasi keselamatan. Fenomena ini menimbulkan pertanyaan teologis klasik dan relevan yaitu, apakah keselamatan bergantung pada ketaatan manusia atau pada anugerah Allah semata? Kita akan mendalami tema ini dalam seminar bersama Pdt. Chelcent Fuad pada Sabtu, 31 Januari 2026, pukul 16.30 WIB dan ditayangkan secara live streaming di kanal youtube Lembaga Alkitab Indonesia. Salam Alkitab untuk semua.
 
Categories
 Zoom
 Live Youtube
 Onsite

Scroll to Top